Senin, 27 April 2015

Rumus dan Persamaan Kimia



RUMUS KIMIA


Rumus kimia (juga disebut rumus molekul) adalah  rumus yang menyatakan perbandingan antara atom-atom yang sebenar dari masing-masing unsur pembentuk senyawa tersebut. Selain itu, rumus molekul juga merupakan kelipatan bilangan bulat dari rumus empiris.



·         Unsur adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan metode kimia biasa.
·         Senyawa adalah zat kimia murni yang terdiri dari dua atau beberapa unsur yang dapat dipecah-pecah lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut. Contohnya seperti dihidrogen monoksida ( air, H2O ).



CARA MENENTUKAN RUMUS MOLEKUL

1.       Menentukan Rumus EMPIRIS
2.       Menentukan Massa Relatif Senyawa
3.       Menentukan Nilai N
 Contoh Soal:
Stirena adalah komponen penyusun Polistirena, mempunyai massa molekul relatif (Mr) sebesar 104. Jika diketahui rumus empirisnya (CH), maka tentukan rumus molekul Stirena! (Ar C = 12 ; H = 1)
Jawaban:

·         Rumus Empiris STIRENA CH
·         Massa Relatif Senyawa 104
 Mr Stirena =  n x {( 1 x 12 ) + ( 1 x 1 )}
            104 = n x 13 n = 13
n = 104/13 = 8 ,  Jadi rumus molekul Stirena adalah ( CH ) 8 atau C8 H8





PERSAMAAN KIMIA

Persamaan Kimia adalah penulisan simbolis dari sebuah reaksi kimia, Dalam sebuah persamaan reaksi, pereaksi dan produk dihubungkan melalui simbol yang berbeda-beda. Simbol → digunakan untuk reaksi searah, untuk reaksi dua arah, dan untuk reaksi kesetimbangan.

Dalam suatu persamaan reaksi, jumlah atom-atom dari zat yang bereaksi harus sama dengan jumlah atom-atom dari zat hasil reaksi.

Aturan menyetarakan persamaan reaksi :

1.       Jangan mengganti angka indeks, karena itu berarti mengganti rumus kimianya
2.       Jangan menambahkan zat lain yang tidak ada dalam persamaan reaksi.
3.       Setarakan jumlah atom dengan mengubah-ubah angka koefisiennya
4.       Mulailah menyetarakan jumlah atom dari atom-atom yang memiliki indeks paling besar dan atom-atom tersebut berada dalam satu zat, baik diruas kiri maupun ruas kanan.
5.       Tetapkan koefisien reaksi dari zat dengan indeks terbesar tadi = 1 atau 2.
6.       Setarakan jumlah atom yang terdapat lebih dari satu zat, baik diruas kiri maupun ruas kanan.


      CONTOH SOAL PERSAMAAN KIMIA
N2   +     H2   ---------   NH3
Penyelesaian:
a  N2   +  b H2 ---------   c NH3
Mencari persamaan untuk atom dikiri dan di
  kanan tanda panah.
       # Atom N :  2a = c ….. (1)
       # Atom H :  2b = 3c  ….. (2)
Misalkan a = 1, substitusi ke …. (1)
    2.a  =  c
    2.1  = c
    2    = c,  berarti nilai c = 2
Nilai c = 2 , substitusi ke …… (2)
    2b = 3c
    2b = 3.2
    2b = 6
      b = 6/2
      b = 3 , berarti nilai b = 3
    Gantikan nilai a,b,c sebagai koefisien reaksi
       a N2   +  b  H2 --------  c NH3
       1 N2   + 3   H2  ------- 2  NH3
    Angka 1 tidak perlu di tulis
        N2  +  3 H2-------- 2  NH3

Jumat, 17 April 2015

Sistem Periodik Unsur





Sistem periodik unsur merupakan kumpulan unsur-unsur atom yang disusun secara teratur dalam suatu sistem, yaitu tabel periodik. Sistem periodik klasik yang terkenal adalah Triade Dobereiner yang mengungkapkan bahwa apabila ada tiga unsur dengan sifat relatif sama maka massa dari unsur di tengah merupakan rata-rata dari massa unsur kiri dan kanannnya. Tabel periodik modern yang sampai sekarang digunakan adalah tabel periodik Mendeleev yang disusun oleh Dimitri Mendeleev pada permulaan tahun 1869.








Sifat-sifat Sistem Periodik Unsur

1. Golongan dan Periode
Golongan pada tabel periodik merupakan kolom unsur ke arah bawah, sedangkan periode adalah baris dari sistem. Terdapat 8 golongan unsur utama yaitu 1A sampai 8A. Juga pada golongan transisi, dari 3B hingga 2B. Periode terdapat 7 dari atas ke bawah. Cara penentuan golongan dilakukan dengan menghitung elektron valensi dan periode merupakan nilai dari kulit terluar atom.

Contoh:
 
 
Jumlah elektron valensi Na adalah 1 sehingga berada di golongan 1A. Kulit terbesarnya adalah 3. Sehingga atom Na berada pada golongan 1A periode 3.


2. Jari-jari Atom
Jari-jari atom merupakan ukuran radius atom secara keseluruhan. Dalam sistem periodik unsur, jari-jari atom bertambah kecil dari kiri ke kanan, karena kuatnya tarikan proton pada inti. Sedangkan bertambah besar dari atas ke bawah.


3. Energi Ionisasi
Energi ionisasi merupakan energi yang dibutuhkan untuk mengeksitasi atau menaikkan elektron pada orbital tertentu ke orbital yang lebih tinggi. Energi Ionisasi bertambah besar dari kiri ke kanan dalam sistem periodik. Sedangkan dari atas ke bawah bertambah kecil.


4. Afinitas Elektron
Afinitas elektron merupakan energi yang dilepaskan (bisa juga diserap) oleh suatu atom ketika menerima elertron dari luar yang menjadikan atom bermuatan negatif. Pada sistem periodik unsur, besarnya afinitas elektron dari kiri ke kanan bertambah besar. Sedangkan bertambah kecil dari atas ke bawah.


5. Kebasaan dan Kereaktifan
Kebasaan dari suatu unsur berbanding terbalik dengan afinitas elektron. Sedangkan kereaktifan dalam sistem periodik bertambah dari atas ke bawah.